TKD & AKHLAK BUMN Sulit? Ini Alasannya
Bergabung dengan BUMN menjadi impian banyak orang namun tahapan seleksi yang terdiri dari tes TKD (Tes Kemampuan Dasar) dan tes AKHLAK sering dianggap cukup menantang. Kenapa demikian? Berikut beberapa alasan utama berdasarkan data dan hasil analisis, beserta pemahaman yang bisa membantu kamu untuk lebih siap.
Baca juga : Skor Aman TKD dan Core Values BUMN 2025
Apa Itu Tes TKD dan Tes AKHLAK?
- Tes TKD ditujukan untuk mengukur kemampuan kognitif calon pelamar: mencakup aspek numerik, logika, verbal, plus wawasan kebangsaan.
- Tes AKHLAK mengukur seberapa cocok pelamar dengan budaya kerja BUMN, melalui nilai-nilai inti seperti Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.
Berdasarkan Data: Passing Grade dan Bobot
Beberapa data menunjukkan bahwa standar kelulusan tes-tes ini cukup tinggi:
- Untuk TKD, passing grade sering disebut berada di angka 58 dari 100 soal.
- Untuk AKHLAK, disebut passing grade sekitar 65.
- Bobot AKHLAK dalam seleksi terkadang mencapai sekitar 50% dari total nilai tahap awal.
Dengan angka-angka tersebut, sudah jelas bahwa persaingan dan standar yang ditetapkan cukup tinggi. Itulah salah satu sebab utama kenapa banyak peserta merasa “sulit”.
Kenapa Sering Terasa Sulit?
Berdasarkan data dan karakteristik tes, berikut faktor-faktornya:
- Materi TKD yang luas dan cepat
- Materi numerik, logika, verbal, hingga wawasan kebangsaan (TWK) semuanya diujikan dan waktunya terbatas.
- Waktu terbatas membuat peserta harus cepat berpikir dan memilih jawaban dengan tepat.
- AKHLAK bukan sekadar soal pengetahuan
- Tes AKHLAK menguji sikap, nilai, budaya kerja — bukan hanya “apa jawaban yang benar” tapi “bagaimana kamu bertindak atau memilih dalam situasi tertentu”.
- Ini membuat persiapan tidak hanya soal latihan soal, tetapi juga refleksi sikap dan memahami nilai perusahaan.
- Passing grade yang tinggi dan kompetitif
- Karena passing grade cukup tinggi dan banyak pelamar bersaing, margin kesalahan menjadi kecil.
- Jika salah satu komponen (misalnya AKHLAK) kurang, bisa menjadi penghalang meskipun TKD bagus — artinya kedua hal harus dikuasai.
- Bobot nilai AKHLAK besar
- Karena AKHLAK dianggap penting oleh BUMN, bobotnya tinggi dan menjadi penentu lolos atau tidak. Maka persiapan khusus diperlukan.
- Kurangnya persiapan yang terarah
- Banyak pelamar yang fokus pada soal-matematika atau logika saja, tetapi mengabaikan materi sikap dan budaya kerja.
- Akhirnya, saat ujian AKHLAK muncul, mereka kurang siap dengan konteks situasi kerja dan nilai perusahaan.
Cara Menghadapi Tantangan Ini
Agar tidak “terjebak” sulitnya tes ini, berikut tips yang bisa membantu:
- Pelajari struktur tes secara menyeluruh: kenali jenis soal TKD (numerik, verbal, logika) dan soal AKHLAK (nilai, sikap) secara spesifik.
- Latihan soal reguler untuk TKD agar kecepatan dan ketepatan meningkat.
- Untuk AKHLAK, refleksikan diri: bagaimana kamu menunjukkan Amanah, Loyal, Kolaboratif dalam kehidupan sehari-hari?
- Simulasi waktu ujian agar terbiasa dengan tekanan dan durasi.
- Gunakan data passing grade sebagai acuan: jika kamu di bawah angka tersebut, berarti harus lebih keras persiapan.
- Jangan hanya fokus satu area: kombinasi antara kemampuan kognitif (TKD) dan kesesuaian budaya kerja (AKHLAK) harus seimbang.
Tes TKD dan AKHLAK pada rekrutmen BUMN memang dirancang dengan standar tinggi — baik dari sisi kemampuan kognitif maupun dari sisi nilai budaya kerja. Dengan passing grade yang cukup ketat dan bobot yang besar untuk AKHLAK, wajar jika banyak peserta merasa sulit. Namun, “sulit” bukan berarti tidak bisa — dengan persiapan yang tepat, latihan terarah, dan pemahaman terhadap nilai BUMN, peluang untuk lolos justru bisa meningkat secara signifikan.

