Jurusan Apa Saja yang Banyak Bekerja di BUMN? Ini Daftarnya
Badan Usaha Milik Negara (BUMN) merupakan perusahaan yang dimiliki oleh negara dan bergerak di berbagai sektor strategis, seperti perbankan, energi, konstruksi, telekomunikasi, transportasi, pertambangan, hingga pupuk dan pangan. Karena cakupan bisnisnya luas, kebutuhan sumber daya manusia (SDM) di BUMN juga sangat beragam.
Berdasarkan pola rekrutmen bersama BUMN dalam beberapa tahun terakhir dan kebutuhan sektor industri strategis, terdapat sejumlah jurusan yang secara konsisten memiliki tingkat kebutuhan tinggi. Berikut daftar jurusan yang paling banyak bekerja di BUMN beserta alasan relevansinya.
Baca Juga: Jenis-Jenis Perusahaan BUMN dan Perbedaannya
1. Manajemen
Jurusan Manajemen menjadi salah satu yang paling dominan dalam rekrutmen BUMN. Hampir seluruh BUMN membutuhkan tenaga di bidang:
- Manajemen operasional
- Human capital / SDM
- Pemasaran
- Supply chain
- Manajemen proyek
BUMN sebagai entitas bisnis besar memerlukan tenaga manajerial untuk mengelola organisasi yang kompleks, baik di kantor pusat maupun cabang daerah.
2. Akuntansi
Akuntansi merupakan jurusan dengan kebutuhan stabil dan konsisten di hampir semua BUMN. Hal ini karena setiap perusahaan negara wajib menerapkan standar pelaporan keuangan yang transparan dan akuntabel.
Posisi yang umum diisi lulusan Akuntansi meliputi:
- Auditor internal
- Financial analyst
- Pengelola anggaran
- Perpajakan perusahaan
- Reporting dan compliance
Kebutuhan ini sangat besar terutama di sektor perbankan, energi, dan BUMN jasa keuangan.
3. Teknik Sipil
BUMN sektor infrastruktur dan konstruksi seperti pembangunan jalan tol, pelabuhan, bandara, dan gedung memerlukan lulusan Teknik Sipil dalam jumlah besar.
Peran yang umum:
- Site engineer
- Perencana proyek
- Pengawas lapangan
- Manajer konstruksi
Pertumbuhan proyek strategis nasional membuat jurusan ini tetap relevan dan dibutuhkan.
4. Teknik Industri
Teknik Industri memiliki keunggulan dalam optimasi sistem dan efisiensi proses kerja. Jurusan ini banyak dibutuhkan di sektor manufaktur, logistik, dan energi.
Posisi yang umum diisi:
- Quality control
- Process improvement
- Supply chain management
- Business analyst
Karena BUMN terus melakukan transformasi dan efisiensi operasional, lulusan Teknik Industri memiliki peluang yang luas.
5. Teknik Elektro dan Teknik Mesin
Di sektor energi, pertambangan, dan transportasi, kebutuhan terhadap lulusan teknik sangat tinggi.
Teknik Elektro berperan dalam:
- Sistem kelistrikan
- Infrastruktur jaringan
- Otomasi industri
Teknik Mesin berperan dalam:
- Perawatan mesin
- Sistem produksi
- Pengelolaan alat berat
BUMN energi dan industri berat menjadi penyerap utama lulusan dua jurusan ini.
6. Teknologi Informasi / Sistem Informasi
Transformasi digital menjadi prioritas dalam roadmap BUMN. Digitalisasi layanan, keamanan siber, dan pengelolaan data membuat jurusan IT semakin banyak dibutuhkan.
Bidang kerja meliputi:
- Software development
- Cyber security
- Data analytics
- Digital transformation
Rekrutmen bersama BUMN beberapa tahun terakhir menunjukkan peningkatan signifikan kebutuhan tenaga IT.
7. Hukum
Sebagai perusahaan yang tunduk pada regulasi ketat, BUMN memerlukan tenaga hukum untuk menangani:
- Legal drafting
- Kontrak bisnis
- Kepatuhan hukum
- Penyelesaian sengketa
Lulusan Hukum berperan penting dalam menjaga tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance).
8. Ekonomi dan Keuangan
Selain Akuntansi, jurusan Ekonomi Pembangunan, Ilmu Ekonomi, dan Keuangan juga banyak terserap, terutama untuk:
- Analisis pasar
- Perencanaan bisnis
- Strategi investasi
- Manajemen risiko
Jurusan ini relevan di BUMN sektor perbankan, pembiayaan, dan holding investasi.
9. Ilmu Komunikasi
BUMN sebagai perusahaan publik membutuhkan komunikasi yang profesional dan strategis. Lulusan Ilmu Komunikasi berperan dalam:
- Public relations
- Corporate communication
- Media handling
- Branding perusahaan
Peran ini penting dalam menjaga citra perusahaan dan komunikasi dengan masyarakat.
10. Jurusan Spesifik Sesuai Sektor
Beberapa BUMN juga membutuhkan jurusan yang lebih spesifik, seperti:
- Pertanian dan Agribisnis (sektor pangan)
- Geologi dan Pertambangan (sektor energi dan tambang)
- Statistik dan Matematika (data dan analitik)
- Psikologi (rekrutmen dan pengembangan SDM)
Kebutuhan ini biasanya mengikuti bidang usaha masing-masing perusahaan.

